Selasa, 17 November 2015

tentang kita dan jarak

ada waktu dimana aku bangun dan aku merasakan kehilangan, lagi. 
kamu gaperlu ngajarin aku tentang kehilangan karena aku udah sering ngelaluinnya. 
bukan, bukan krn itu aku jadi terbiasa
atau aku jadi tau cara ngendaliin hatiku.
bukan samasekali
karena setelah berkali2 ngerasa kehilangan pun aku tetep gabisa ngelewatinnya
banyak orang bilang waktu adalah obatnya
tapi aku bilang
kamu yang jadi obatnya. 

ada satu malam, ketika aku harus terjaga
tapi yang aku rasakan malah kerinduan
isak tangis tak tertahankan menahan rindu
meraung ingin bertemu
bersikeras ingin dipeluk
tapi aku tau bukan begitu lagi caranya
kini kita berdua telah menjauh
menjadi jarak yang makin terbentang
berusaha menyiapkan hati untuk hal baru
menolak berjalan dengan masa lalu

sungguh,
ada satu hati yang tergores hatinya
tak kuasa lagi menahan sakit
tak kuasa lagi menahan rindu

Tuhan, untuk apa Kau pertemukan diriku dengannya? 
untuk apa Kau pertemukan jika akhirnya Kau pisahkan? 
untuk apa Kau goreskan cinta jika akhirnya ia menorehkan luka? 
aku rindu dia, Tuhan
tapi tak bisa lagi ku gapai ia
tak bisa lagi kupeluk ia
sesungguhnya aku tau ada jarak
munafik memang awalnya aku menolak tau
jarak yang sampai kapanpun tak bisa aku tutup
aku sayang dia, yaAllah
jaga dia walaupun dia bukan penyembahMu..... 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar