Minggu, 18 Desember 2016

kelak nanti.

kelak nanti apabila ada dia yang menggantikan aku, semoga adalah dia yang terbaik. yang mengerti kamu. yang tahu bahwa kamu butuh dia. yang dapat menemani kamu. yang seiman denganmu. jika bukan aku yang nantinya ada disampingmu, aku harap dia setia menemanimu dalam baik buruknya kamu dan dalam suka dukanya kamu. 

walaupun sampai hari ini pun, sejujurnya aku berharap tetap aku yang ada disampingmu. tapi apalah dayaku jika Tuhan berkata bahwa aku bukan untukmu? 

sayang, kamu pasti bahagia. aku percaya, aku yakin. kamu bisa merengkuh orang dengan kasih sayangmu, dengan kebaikanmu. aku baik-baik saja. jika aku tidak baik-baik saja maka akan kutunjukkan bahwa aku baik-baik saja.

Selasa, 09 Agustus 2016

ternyata Tuhan itu Maha Baik, ya?

ternyata Tuhan itu maha baik, ya? 

aku nggak pernah minta apapun sama Tuhan selain "diberikan yang terbaik" 
dan aku pun merasakan betapa baiknya Tuhan karena mempertemukan aku denganmu.
akhir dari sesuatu pun sebenarnya bukan kita yang menentukan, kan?
kita hanya menjalani
sisanya Tuhan yang berkehendak.
sampai saat ini, akhirnya aku sadar, sesuatu yang dipaksakan tidak akan menjadi baik
maka aku meyakinkan diriku inilah jawaban Tuhan atas permintaanku

aku percaya, Tuhan bermaksud mempertemukan aku denganmu. 
bukan tanpa kesengajaan
bukan secara tiba-tiba
tapi memang ada satu garis yang harus Tuhan tunjukkan
aku juga percaya, jika berpisah adalah yang terbaik 
sehingga akan Tuhan pertemukan lagi kamu-kamu yang lainnya untukku, dan aku-aku yang lainnya untukmu

iya, kamu, yang diam-diam mencuri alamat blog aku..
iya, tulisan ini buat kamu.
goodluck on somewhere out there.
pastikan diri kamu baik-baik aja 
jangan lupa berdoa
kamu selalu tahu, doa adalah pengikat yang paling fitrah

:) 

Senin, 04 Juli 2016

aku, kamu, dia

aku baru tahu bahwa jatuh cinta bisa semabuk sekaligus sesakit ini
aku pernah percaya bahwa apapun yang kamu katakan adalah bukti tulus rasa sayang
tapi ternyata kata kata hanyalah sekedar kata
aku terlalu terbuai.

dulu aku percaya seseorang akan berubah karena rasa sayang
berkali-kali aku meyakinkan diriku memilikimu seorang adalah cukup
berkali-kali pula aku meyakinkan diriku bahwa kamu berpikir seperti itu juga
tapi ternyata kata kata hanyalah sekedar kata
aku terlalu terbuai.

apa aku salah karena terlalu terbuai?
apa salah karena terlalu percaya?
bukankah hubungan seharusnya dilandasi rasa percaya?
ataukah kamu yang tak merasa cukup?
apapun itu, mungkin adalah dia yang membuatmu merasa cukup

dan membuatmu berpikir ulang bahwa memiliku saja tidaklah cukup.

#4

untuk pertama kalinya sejak hari itu,

aku merindukanmu.

rasanya gila merindukan seseorang yang bahkan memikirkanmu saja tidak

dan atas segala yang sudah berlalu
dengan bodohnya aku tetap merindukanmu

Minggu, 10 April 2016

bicara tentang ikhlas

orang bilang ikhlas itu sulit, 
aku bilang ikhlas itu mudah
orang bilang ikhlas itu perihal melupakan,
aku bilang ikhlas itu perihal melepaskan

bicara tentang keikhlasan tak akan ada habisnya, seperti bicara tentang hati
tentang ikhlas ada di dalam hati
namun, hati orang siapalah yang tahu? 
hanya empunya saja yang tahu

aku bilang, ikhlas itu perihal melepaskan
mungkin sebagian dari kamu menganggap aku bohong
tapi, apalah guna orang berbohong?
adakah di dalam hati manusia berbohong?
yang kumaksud, berbohong pada hatinya sendiri

ikhlas itu perkara mudah
kau jalani sesuatu tanpa mengharap kembali
kau korbankan sesuatu tanpa mengharap imbalan
dari apa yang kau perbuat,
adakah seseorang tahu niat hatimu? 

ikhlas itu perkara mudah,
tak peduli orang lain berkata itu sulit
ikhlas itu tentang melepaskan,
tak peduli orang lain berkata kau harus melupakan
ikhlas itu bicara hati, 
karena hanya hatimu yang mengetahuinya

Rabu, 06 Januari 2016

another 23.

and i write down on my post,

"happy 23!" 

aku pikir kamu nggak akan sadar. tapi ternyata kamu sadar ya? kamu bilang,
"haha iya nis." aku kaget. aku kira kamu lupa. aku kira, aku udah 100% dilupain. tapi ternyata belum, atau enggak? atau emg iya tp km cuma mau jaga formalitas aja? terus dengan nggak tahu dirinya, aku bilang "aku kangen" sebagian besar diriku berharap kamu jawab "aku juga" but you're not. tp km tau kan, segitu aja udah buat aku seneng. seneng banget. kamu harus tau, aku berusaha juga untuk lupain kamu. aku berusaha juga supaya aku nggak sedihin kamu terus. aku berusaha juga cari orang baru biar sembuhin rasa sakit hatiku karena ditinggal kamu. tapi nggak secepet itu. aku bisa janjiin ke kamu, that someday i'll be fine. and you have to believe that. aku mau kamu percaya aku bisa jaga jarak sama kamu -- tanpa ada lagi rasa rindu akan kehadiranmu. dulu kamu yang sembuhin sakit hatiku. sekarang aku harus cari kamu kedua biar bisa sembuhin hatiku. aku bisa terima semua alasan itu, aku tau diri kok. tapi kenangan itu banyak banget... aku nggak sanggup lupain kenangan-kenangan itu secepet ini. i need a time. and i need you to make a distance between us. jangan datang lagi. krn sumpah, aku gak mau berharap lagi. 

Jumat, 01 Januari 2016

#2

lalu,
salahkan siapa jika tanah menanti hujan turun? 
salahkan siapa jika bulan menanti malam datang?
salahkan siapa jika pelangi menanti hujan berhenti?
dan salahkan siapa jika aku menanti kau kembali?