Ketika bayangan menjadi realita, saat itulah aku paham bahwa selama ini aku hanya menjadi punggung untukmu...
ketika waktu menjadi sunyi, saat itulah aku yakin bahwa selama ini aku hanyalah bagian semu bagimu..
percayakah kau akan aku?
ingatkah kau bagaimana saat kita membuka jalan menjadi masa depan?
akan membahagiakan jika itu bersamamu, aku yakin.
namun nyatanya, sekarang aku adalah titik terkecil yang hanya kau abaikan
ketika dulu aku menjadi penting bagimu sekarang aku hanyalah abu yang tertiup dan berserakan
nyatakanlah bahwa aku disini
aku bukan semu, apalagi bayang-bayang
aku bukan ilusi, apalagi khayalan
aku bukan hitam, apalagi abu-abu
aku nyata dan aku ada
aku pernah ada dan membawa bahagia
kau pun nyata dan aku akui
namun, terlalu pilu untuk dirasakan bahwa kini kau tak disini
terlalu luka untuk menyadari bahwa kau telah pergi bersama embun yang menguap
sakitmu tak sebanding dengan kepergianmu yang membawa luka bagiku
ajarkan aku untuk menjalaninya
ajarkan aku untuk melepaskanmu
luka yang menguap akan membekas dan memberi perih mengering
lalu,
perlahan aku belajar untuk menyadari bahwa aku hanyalah punggungmu yang selamanya tak bisa kau lihat
tak bisa kau putar kepalamu hanya untuk melihat bahwa aku nyata selama ini berada dibagian tubuhmu
hidupmu.
perlahan aku belajar untuk memahami bahwa aku hanyalah ilusi semata
gambaran bayang-bayang diatas kertas yang diwarnai tinta abu-abu
ajarkanlah aku untuk berhenti mencintaimu
sadarkanlah aku untuk berhenti menunggumu
ingatkanlah aku untuk berhenti menyayangimu
biarkan aku pergi untuk menjauhimu
dan melepaskanmu
untuk segala kebahagiaan, aku ihklaskan kau memilih apa yang menjadi harapan hidupmu
berjanjilah untuk selalu bahagia atas pilihanmu
berjanjilah untukku yang telah mengerahkan pilihan ini untuk melepaskanmu
berjanjilah.